Beberapa Hal Yang Wajib Wanita Ketahui Tentang Hamil Kembar

Beberapa Hal Yang Wajib Wanita Ketahui Tentang Hamil Kembar

Hamil Kembar – Mendapatkan kepastian bahwa Bunda sedang hamil memang suatu hal yang memang membanggakan. Namun bagaiaman ternyata kalau Bunda mendapatkan kabar kalau sedang hamil kembar? Apakah Bunda senang dengan kabar tersebut atau justru panik? Apakah tantangan hamil anak kembar itu tantangannya begitu besar ketimbang hamil satu bayi? Bunda jangan terlalu cemas untuk memikirkan hal ini karena risiko kehamilan kembar pasti lebih besar bila dibanding dengan kehamilan tunggal. Namun jika ada pengetahuan dan perhatian yang cukup, pasti Bunda bisa menjalaninya dengan baik sampai akhir proses persalinan. Menurut Lactamil, ada beberapa perbedaan yang mendasar antara hamil kembar dengan hamil tunggal yang wajib Bunda perhatikan.

Berikut Adalah penjelasan tentang perbedaan mendasar  antara hamil kembar dan tunggal :

  • Bunda butuh asupan asam folat yang ternilai lebih banyak

Banyaknya asupan asam folat tersebut dibutuhkan agar risiko cacar air pada bayi yakni spina bifida bisa terminimalisir dengan baik. Untuk hamil tunggal dibutuhkan asam folat 0,4 mg tiap harinya, sementara untuk kehamilan kembar dibutuhkan asam folat 1 mg.

  • Kunjungan menuju dokter spesialis kandungan secara rutin

Kehamilan kembar memang membutuhkan banyaknya perhatian khusus dan ekstra apabila dibandingkan dengan hamil tunggal, termasuk seringnya berkunjung ke dokter spesialis kandungan dan melakukan USG sesering mungkin.

  • Gejala hamil yang lebih dekat

Penyebab muntah ketika hamil ialah naiknya hormon chorionic-gonadotropin. Untuk hamil kembar, hormon tersebut meningkat 2 kali lipat, sehingga Bunda yang hamil bayi kembar cenderung muntah dan mual lebih parah ketika semester pertama. Selain itu, Bunda yang alami kehamilan kembar merasa kesakitan pada punggung yang begitu parah dan ditambah dengan sembelit. Bahkan tekanan untuk ikatan sendi serta pencernaan lebih besar sehingga sulitnya bernafas, mengakibatkan wasir dan juga varises. Selain iu, kerja paru-paru, jantung dan ginjal makin bertambah sehingga membuat Bunda cepat lelah.

  • Meningkatnya risiko anemia

Lalukanlah pemeriksaan untuk mengecek tekanan darah secara teratur dan istirahat cukup agar tekanan darah selalu stabil dan risiko prematur semakin berkurang. Untuk usia kandungan 20 sampai 24 minggu, dokter spesialis kandungan menyarankan tes darah agar indikasi anemia bisa terminimalisir.

 

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *